Sopir Angkot

Terima kasih, saya ucapkan pertama kali kepada anda yang telah mengunjungi blog AngkotBandung ini. Saya percaya bahwa awalnya anda mengunjungi blog AngkotBandung ini secara tidak sengaja, seperti melalui Googling. Namun, saya pun percaya bahwa akhirnya anda mengunjungi blog AngkotBandung ini secara sengaja karena memang sudah diketahui dalam perkembangan berikutnya.

Mengapa saya membuat blog AngkotBandung? Ketika berpikir untuk membuat blog AngkotBandung pada awal tahun 2000-an, saya belum terbayangkan bagaimana kedahsyatan dunia internet. Pada saat itu, saya hanya berpikir mengutak atik dunia per-angkot-an ini dalam selembar kertas (baca: media cetak). Namun, seiring dengan perjalanan waktu, ternyata dunia internet menjadi salah satu hal yang menarik bagi saya.

Akan tetapi, perjalanannya tidak semudah itu. Berhubung kesibukan saya, saya pun baru membuka account blog AngkotBandung ini pada bulan Januari 2010. Artinya, saya ingin memulai. Namun, karena masih fokus pada beberapa blog saya yang lain, account blog AngkotBandung ini saya “tinggalkan” lebih dahulu. Akhirnya, saya baru mulai mengisi materinya sejak bulan November 2011. Tampak ada jeda lebih kurang 22 bulan. Suatu waktu yang cukup lama. Sayangnya, sejak memulai itu, materi blog AngkotBandung ini pun masih bisa dihitung dengan jari. Nah, bagaimana pun, begitulah sejarahnya.

Mengapa saya tertarik dengan angkutan kota (angkot)? [Sebetulnya, angkutan pedesaan (angdes) pun termasuk, tetapi istilah “angkot” lebih populer.] Ya, bagi saya, angkot ini unik. Coba saja perhatikan, hampir setiap orang ketika mengunjungi atau berada di suatu daerah sering bertanya tentang trayek angkot dan tidak jarang dengan biaya (ongkos)-nya. Padahal tidak jarang tersedia transportasi lain seperti taksi dan ojeg. Ya, bagaimana pun, obrolan tentang angkot masih tetap populer. Itulah salah satu hal yang menarik dari dunia per-angkot-an.

Selain itu, bagi saya, Bandung tampaknya sudah menjadi merek tersendiri. Karenanya, saya memaknai Bandung bukan hanya Kota Bandung, tetapi juga Bandung Raya. Artinya, Bandung Raya itu mencakup Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, dan lima kecamatan di Kabupaten Sumedang. Itulah konsep Bandung Raya atau Bandung Metropolitan yang saya ketahui. Akhirnya, lahirlah blog AngkotBandung ini (meskipun karena suatu keterbatasan, saya belum bisa menyajikannya secara keseluruhan).

Dalam tahun 2000-an itu, saya mulai mencari materi trayek angkot di Bandung, baik di media cetak maupun di media online. Kalau di media elektronik (radio dan televisi) kan tidak ada (lebih tepatnya tidak memungkinkan). Namun, saya kecewa dengan materi yang ada. Ada ketidakpuasan dengan materi yang ada. Trayek-trayek yang dibuat begitu normatif, tetapi faktanya tidak seperti itu. Nama-nama jalan yang dilintasi hanya bersifat umum (baca: tidak lengkap karena tidak detail).

Akhirnya, saya pun memulainya dengan gaya saya sendiri. Selain untuk mengetahui awal dan akhir trayek angkot, saya pun membahas cerita perjalanannya. Cerita perjalanan itulah yang menjadi ciri khas pembeda blog AngkotBandung ini. Cerita perjalanan naik angkot pun menjadi lebih hidup karena keaktualan dan kefaktualannya. [Ada kalanya saya hanya menulis rangkuman perjalanan saja, bukan catatan perjalanan, karena boleh jadi saya sering naik angkot yang sama, tetapi tidak menulis cerita perjalanannya secara detail. Itu pun tidak setiap naik angkot, saya tuliskan ceritanya secara harian.]

Selain itu, saya pun ingin menceritakan keadaan lalu lintasnya. Salah satu pertimbangannya, yaitu bahwa beberapa jalan di Kota Bandung terkesan “aneh”. Jalan yang sebetulnya dua arah misalnya malah dijadikan satu arah. Dampaknya, angkot pun “terpaksa” berjalan memutar. Ada juga beberapa ke-khusus-an ketika terjadi kemacetan lalu lintas dan “kemalasan” sopir angkot misalnya yang menjadikan angkot tidak berjalan sesuai dengan rute/trayek angkot yang semestinya. Itu memang kasuistis, tetapi demikianlah adanya.

Selamat menikmati cerita perjalanannya.

Salam,

Sopir Angkot

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s