Naik Angkot Cicaheum-Ciroyom Ketika Malam-Dini Hari

Senin, 1 September 2014, dini hari tadi, saya sudah berada di Terminal Cicaheum. Maksudnya, saya baru turun dari bus Budiman trayek Pangandaran-Bandung. Saya sendiri naik bus Budiman Pangandaran-Bandung di Agen Padaherang, Kabupaten Pangandaran, pada pukul 17.23 WIB. Diperkirakan, bus Budiman trayek Pangandaran-Bandung ini berangkat dari Agen Pangandaran 30-60 menit sebelumnya.

Setibanya di Terminal Cicaheum yang berada di Jalan Jenderal Ahmad Yani Kota Bandung pada pukul 01.22 WIB (maklum di daerah Gentong Tasikmalaya tampak macet), tampak ada dua angkot yang ngetem mencari penumpang, yaitu angkot Cicaheum-Abdul Muis (hijau polet/strip kuning) dan angkot Cicaheum-Ciroyom (hijau polet/strip orange). Biasanya, ada satu angkot lagi yang ngetem mencari penumpang, yaitu angkot Cicaheum-Ledeng (hijau polet/strip hitam). Namun, angkot Cicaheum-Ledeng tampaknya tidak ikut ngetem. (Pada dini hari tadi, ketika saya berada di dalam angkot Cicaheum-Ciroyom), angkot Cicaheum-Ledeng baru menurunkan penumpang dan kembali lagi ke arah Ledeng. (Sebetulnya sih entah kemana he he).

Terminal Cicaheum memang buka selama 24 jam nonstop. Namun, umumnya hanya untuk jadwal kedatangan bus-bus dari arah timur Bandung. Kalau jadwal keberangkatan dari Cicaheum, rata-rata sampai pukul 19.00 atau 20.00 WIB. Dimulai pada pemberangkatan pukul 05.30 WIB (tergantung trayek juga).

Nah, maksud Terminal Cicaheum beroperasi selama 24 jam nonstop itu ialah khusus untuk angkot. Namun, anda jangan kaget kalau angkot mulai pukul 23.00 WIB s.d. 04.30 WIB berjalan setiap 1 jam, 1 jam 30 menit, atau bahkan 2 jam sekali. (Kalau pengalaman saya sih belum pernah sampai 2 jam. Biasanya 1 jam lebih). Namanya juga angkot “malam” yang sedang ngetem menunggu penumpang. Jadi, kita mesti sabar. Kalau mau cepat (mungkin karena lelah dan ngantuk) tersedia ojeg motor dan taksi. Ya, harga taksi mentok-mentoknya Rp 50ribu dari berapa pun tawaran dari sopir taksi. (Tapi tergantung trayeknya ya he he). Soal ongkos angkot, umumnya normal. Standar siang. Namun, ada juga yang nambah Rp 1.000 s.d. Rp 2.000. Tergantung sopirnya juga. Mungkin sedang cari duit. Namun, kita masih beruntung karena jauh lebih murah dari ongkos taksi. Betul, nggak?

Naik Angkot Cicaheum-Ciroyom

Dari beberapa pengalaman saya naik angkot (Cicaheum-Ciroyom) pada malam atau dini hari, tampaknya baru kali ini merasakan rute yang sesungguhnya. Bukan itu saja, karena lalu lintas sepi, hampir 80 persen perjalanan, sopirnya menerobos lampu merah. Namun, sang sopir tampaknya masih berhati-hati. Maksudnya ketika keempat arahnya sepi. Dampaknya, perjalanan pun lancar tanpa terkendala. Bahkan tidak ngetem di jalan. Soalnya, selama perjalanan, penumpang naik turun silih berganti. Wah, rejeki tuh buat sopir.

Namun, di balik “kesempurnaan” perjalanan itu, rutenya sedikit berubah, yaitu ketika melintasi Jalan Ciroyom beberapa meter. Karena malam tadi Jalan Ciroyom sedang ditutup, angkot Cicaheum-Ciroyom ini mesti melintasi jalan alternatif, yaitu Jalan Halteu Utara, Jalan Rajawali Timur, dan Jalan Andir, untuk kemudian masuk lagi ke Jalan Ciroyom.

Ini rute angkot Cicaheum-Ciroyom yang saya lalui: [Terminal Cicaheum di Jalan Jenderal Ahmad Yani] => Jalan Jenderal Ahmad Yani => Jalan P.H.H. Mustofa => Jalan Surapati => Jalan Panatayuda => Jalan Dipatiukur => Jalan Siliwangi => Jalan Sumur Bandung => Jalan Tamansari => Jalan Siliwangi => Jalan Cihampelas => Jalan Pasteur => Jalan Cipaganti => Jalan Eijkman => [RS Hasan Sadikin] => Jalan Sukajadi => Jalan Pasirkaliki => Jalan Pajajaran => Jalan Abdulrachman Saleh => [Stasiun Andir] => Jalan Ciroyom => Jalan Halteu Utara => Jalan Rajawali Timur => Jalan Andir => Terminal Ciroyom/Pasar Ciroyom => Jalan Ciroyom.

Saya pun turun di Terminal Ciroyom/Pasar Ciroyom yang ramai pedagang dan pembeli. Ongkosnya Rp 10ribu he he. Pas katanya. Padahal saya pernah Rp 8ribu. Tapi lumayanlah kalau di malam hari yang sepi angkot.

Dini hari tadi, tampak angkot-angkot Ciroyom-Lembang, angkot Pasar Induk Caringin-Dago, dan angkot Ciroyom-Sarijadi. Jarang-jarang memang. Kalau perjalanan malam, tanya-tanya dulu. Jangan asal naik. Normalnya kan setelah subuh. Misalnya angkot Pasar Induk Caringin-Dago yang biasanya hanya sampai Ciroyom dan kembali lagi ke Caringin. Jadi, tidak ke Dago. Lalu angkot Ciroyom-Sarijadi yang bisa juga tidak ke Sarijadi. Ada yang hanya lewat Pasteur atau Cibogo dan ada juga yang melewat ke Gegerkalong. Soalnya, angkot tersebut melayani tukang warung yang belanja di Pasar Ciroyom. Tapi ada juga yang ke Sarijadi meskipun harus tanya-tanya dulu. Terlepas dari itu, sebagaimana diceritakan tadi, kita mesti sabar karena angkot di malam-dini hari biasa berjalan 1 jam sekali atau bahkan lebih. Karenanya, persiapkanlah rencana perjalanan anda.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s