Dari Stasiun Padalarang ke Terminal Leuwipanjang Naik Angkot Leuwipanjang-Cimahi-Padalarang

Minggu, 1 Desember 2013. Siang itu udara di kawasan Stasiun Padalarang sangat cerah. Bahkan cenderung Panas. Ya, saat itu, saya berada di luar Kota Bandung, tepatnya di Stasiun Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Maksud hati ingin pulang dari luar kota (Kabupaten Bandung Barat maksudnya he he he) ke Kota Bandung, namun apa daya KRD Ekonomi trayek Padalarang-Cicalengka akan berangkat menurut jadwal pada pukul 14.40 WIB. Wah, butuh waktu tunggu 1,5 jam lagi.

Kalau begitu naik KRD Patas saja. “Oh, di sini hanya berangkat pukul 9 saja,” jawab Pak Security yang ramah. O…ow…. Mau naik kereta api ekonomi lokal “Cibatuan” (dari Purwakarta ke Cibatu) juga sudah lewat. Ya, sudah, saya naik angkot saja.

Akhirnya setelah beberapa lama berbincang dengan satu-dua calon penumpang lainnya yang juga sedang menunggu, saya segera pergi ke luar Stasiun Padalarang. Tepat di luar adalah jalan raya. Namanya, Jalan Cihaliwung. Di sini ada tiga trayek angkot yang melintasi Stasiun Padalarang, yaitu angkot Leuwipanjang-Cimahi-Padalarang, angkot Stasiun Hall-Cimahi-Padalarang, dan angkot Cimahi-Padalarang via Dustira. Khusus untuk kedua angkot yang menuju Kota Bandung (Stasiun Hall Bandung dan Leuwipanjang), kedua angkot ini kadang dipisah trayeknya, yaitu angkot Stasiun Hall-Cimahi dan angkot Cimahi-Padalarang serta angkot Leuwipanjang-Cimahi dan angkot Cimahi-Padalarang.

[Sebetulnya, di dekat Stasiun Padalarang itu masih ada dua angkot lain, yaitu angkot Padalarang-Cikalongwetan dan angkot Padalarang-Parongpong. Namun, kedua angkot ini tidak melintasi Stasiun Padalarang yang berada di Jalan Cihaliwung.]

Sebagaimana saya ceritakan tadi bahwa angkot Stasiun Hall-Cimahi-Padalarang dan angkot Leuwipanjang-Cimahi-Padalarang ini bisa dikatakan “aneh”. Aneh di sini maksudnya ada kalanya trayeknya dipisah dan ada kalanya juga trayeknya disambung atau diteruskan. Biasalah, soal ramai-sepinya penumpang. Juga “kepentingan” lain.

Nah, dalam perjalanan Minggu, 1 Desember 2013, itu saya naik angkot Leuwipanjang-Cimahi-Padalarang yang menuju Cimahi dan/atau Leuwipanjang. Tadinya saya tidak berharap banyak bahwa angkot ini akan terus menuju Leuwipanjang. Alasannya, ya seperti yang saya ceritakan tadi bahwa angkot ini kadang dipisah trayeknya.

Tepat pada pukul 13.25 WIB, saya mulai naik angkot Leuwipanjang-Cimahi-Padalarang di depan Stasiun Padalarang. Agar tahu saja, ketiga angkot yang saya ceritakan (Leuwipanjang-Cimahi-Padalarang, Stasiun Hall-Cimahi-Padalarang, dan Cimahi-Padalarang via Dustira) tidak memiliki termjinal di Padalarang. Jadi, “Terminal Padalarang” di sini hanyalah lintasan Jalan Cihaliwung yang berada di depan Stasiun Padalarang.

Angkot Leuwipanjang-Cimahi-Padalarang yang saya naiki berasal dari jalan raya Bandung-Cianjur dan kemudian jalan raya Bandung-Purwakarta (ada juga sebagian jalan yang bernama jalan raya Cikalongwetan). Setelah nama jalan tersebut, angkot Leuwipanjang-Cimahi-Padalarang yang menuju Cimahi dan/atau Leuwipanjang berjalan melintasi Jalan Cihaliwung dan Jalan Simpang Padalarang. Kedua jalan ini merupakan jalan satu arah, yaitu dari arah Cianjur atau Purwakarta ke Cimahi dan/atau Bandung.

Tiga menit kemudian, angkot yang saya naiki tiba di perempatan lalu lintas. Lokasi ini merupakan lokasi yang ramai. Bagaimana tidak, ke kiri adalah pintu gerbang tol Padalarang, lurus (Cimahi/Bandung), ke kanan (Jalan Raya Simpang Padalarang yang menuju Cianjur atau Purwakarta), dan ke belakang tentu saja jalan yang kita lalui.

Setelah lokasi yang ramai itu, angkot yang saya naiki berjalan melintasi Jalan Raya Padalarang (termasuk Jalan Caringin), Jalan Cimareme, Jalan Gadobangkong, dan Jalan Raya Jenderal H. Amir Machmud. Dahulu Jalan Raya H. Amir Machmud ini dikenal sebagai Jalan Raya Cimahi-Cimindi-Cibeureum.

Tidak seperti biasanya, saat itu lalu lintas tidak begitu padat. Angkot yang saya naiki pun berjalan lurus terus-menerus. Ya, rutenya memang lurus. Lalu, angkot ini belok kiri ke Jalan Sangkuriang dan tentunya hanya melewati bekas Terminal Sangkuriang. [Terminal Sangkuriang ini sudah tidak difungsikan lagi.]

Setelah Jalan Sangkuriang dan salah satunya bertemu dengan perempatan jalan Kolonel Masturi (kiri dan kanan), angkot ini meneruskan perjalanannya melintasi Jalan Encep Kartawiria (d/h Jalan Citeureup). Lalu, angkot Leuwipanjang-Cimahi-Padalarang yang menuju Cimahi dan/atau Leuwipanjang tiba di Terminal Pasar Atas Cimahi pada pukul 13.59 WIB. Angkot ini tidak masuk ke dalam Terminal Pasar Atas Cimahi, tetapi tetap berada di ujung Jalan Encep Kartawiria. [Sebagai informasi, di Terminal Pasar Atas Cimahi hanya ada dua trayek angkot.]

Setelah berhenti (ngetem) selama tujuh menit, angkot Leuwipanjang-Cimahi-Padalarang yang menuju Cimahi dan/atau Leuwipanjang mulai berjalan kembali. Di dekat Terminal Pasar Atas Cimahi itu, angkot ini berjalan lurus ke Jalan Pabrik Aci dan Jalan Alun-alun Timur Cimahi hingga bertemu dengan Jalan Jenderal H. Amir Machmud.

Lalu, angkot ini berjalan lurus menelusuri Jalan Jenderal H. Amir Machmud, termasuk Cimindi dan Terminal Cimindi serta Stasiun Cimindi-nya. Lalu, tibalah angkot ini di tugu batas kota (Kota Cimahi dan Kota Bandung). Ibarat jalan cagak, jalan ke kiri adalah jalan ke Bandung (satu arah ke Bandung), sedangkan jalan ke kanan adalah jalan ke Cimahi (satu arah ke Cimahi).

Setelah melewati tugu batas kota, angkot ini berjalan melintasi Jalan Rajawali Barat dan belok kanan ke Jalan Elang Raya. Kemudian tiba di Bunderan Jalan Sudirman/Jalan Soekarno-Hatta dan belok kiri ke Jalan Soekarno-Hatta untuk menuju Terminal Leuwipanjang. Akhirnya, angkot Leuwipanjang-Cimahi-Padalarang yang menuju Leuwipanjang tiba di Terminal Leuwipanjang pada pukul 14.55 WIB. Ongkosnya Rp 10.000,-.

Angkot trayek Leuwipanjang-Cimahi-Padalarang yang menuju Leuwipanjang:

[Terminal Padalarang yang berada di Jalan Cihaliwung (depan Stasiun Padalarang) => Jalan Cihaliwung => Jalan Simpang Padalarang => [perempatan lalu lintas di dekat pintu gerbang tol Padalarang => Jalan Raya Padalarang => Jalan Raya Cimareme => Jalan Raya Gadobangkong => Jalan Raya Jenderal H. Amir Machmud (d/h Jalan Raya Cimahi-Cimindi-Cibeureum) => Jalan Sangkuriang => Jalan Encep Kartawiria (d/h Jalan Citeureup) => [Terminal Pasar Atas Cimahi] => Jalan Pabrik Aci => Jalan Alun-alun Timur Cimahi => Jalan Raya Jenderal H. Amir Machmud => Jalan Rajawali Barat => Jalan Elang Raya => Jalan Soekarno-Hatta => [Terminal Leuwipanjang yang berada di Jalan Soekarno-Hatta, biasanya ini untuk penumpang] => Jalan Leuwipanjang => [Terminal Leuwipanjang yang pintu masuknya berada di Jalan Leuwipanjang]

Warna angkot: hijau polet/strip putih dan orange atau hijau polet/strip putih.

Jam operasi: 24 jam (karena mengandalkan Terminal Leuwipanjang yang beroperasi selama 24 jam).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s