Dari Stasiun Hall Bandung ke Terminal Tegallega Naik Angkot Cisitu-Tegallega

Akhir-akhir ini, jarang-jarang, saya menggunakan angkot trayek Cisitu-Tegallega. Soalnya, tujuan saya ialah Tegallega. Ya, bagaimana lagi, memang ada “kepentingan” menggunakan angkot tersebut. Akhirnya, saya pun menjalaninya sambil survey (trayek dan ongkos).

Pertama kali naik angkot Cisitu-Tegallega, saya mulai naiknya di kawasan Jalan Cicendo. Angkot Cisitu-Tegallega ini berwarna ungu polet/strip putih dan hijau. Singkat cerita, sampailah di Terminal Tegallega yang pintu masuknya berada di Jalan Oto Iskandar Di Nata dan pintu keluarnya berada di Jalan Astana Anyar. Berapa ongkosnya? Saya belum tahu. Dicobalah memberikan uang Rp 10.000,-. Ternyata sopir memberikan uang pengembalian Rp 6.000,-. Wah berarti ongkos naik angkot Cisitu-Tegallega dari Cicendo ke Tegallega Rp 4.000,-.

Keesokan harinya, saya mencoba naik angkot Cisitu-Tegallega di Jalan Kebon Kawung, tepatnya di dekat Stasiun Hall Bandung (pintu utara) yang berada di Jalan Kebon Kawung No. 43 Kota Bandung. [Perlu diingat, di Jalan Kebon Kawung ini, ada dua lintasan angkot Cisitu-Tegallega, yaitu angkot yang menuju Tegallega dan angkot yang menuju Cisitu.] Sampai Tegallega, saya memberikan uang Rp 5.000,- karena berdasarkan pengalaman kemarin, ongkosnya Rp 4.000,-. Namun, saya “kaget” karena sopir memberikan uang pengembalian Rp 2.500,-. Wah, ongkosnya Rp 2.500,- dong.

Beberapa hari kemudian, saya mencoba naik angkot Cisitu-Tegallega. Kali ini naiknya di kawasan Jalan Cicendo lagi. Karena sudah tahu bahwa ongkosnya di bawah Rp 5.000,- (mau Rp 4.000,- atau Rp 2.500,- terserah) saya memberikan uang Rp 5.000,-. Ternyata sopir memberikan uang pengembalian Rp 2.500,-. Saya pun agak yakin bahwa ongkosnya memang Rp 2.500,-.

Akhirnya, baik di Cicendo maupun di Jalan Kebon Kawung atau bahkan di Jalan Dulatip, saya memberikan ongkos Rp 2.500,- dengan uang pas. Ketika saya memberikan uang Rp 5.000,- dan sopir memberikan uang pengembalian Rp 2.000,-, saya menagih ongkos yang Rp 500,- lagi. Sopir pun selalu tersenyum ketika saya satu-dua kali menagih. Itu artinya, saya yakin bahwa ongkosnya memang Rp 2.500,-. Akan tetapi kalau di antara mereka ada yang agak marah, berarti ongkosnya rata-rata. Maksudnya Rp 2.500,- atau Rp 3.000,- atau mungkin lebih. Namun, untuk kasus marah seperti ini, saya tidak mengalaminya ketika naik angkot Cisitu-Tegallega untuk pemberangkatan dari Jalan Cicendo atau Jalan Kebon Kawung atau Jalan Kebonjati atau Jalan Dulatip ke Terminal Tegallega.

Survey ongkos ini pun saya crosscheck “diam-diam” dengan para pengguna angkot lainnya. Tampak ada kesamaan.

Ada peristiwa kasuistis (misalnya lalu lintas macet) ketika kita naik angkot Cisitu-Tegallega, yaitu jalan-jalan yang dilalui di antara Jalan Sudirman dan Jalan Oto Iskandar Di Nata adalah berupa jalan-jalan kecil (baca: “jalan tikus”).

Angkot trayek Cisitu-Tegallega:

[Terminal Cisitu] => […] => [Patung Maung] => Jalan Pajajaran => Jalan Cicendo => [Gedung Bhayangkari (kanan) dan RS Mata Cicendo (kiri) => Jalan Kebon Kawung => [Stasiun Hall Bandung (pintu utara) => Jalan Pasirkaliki => [Hyper Square] => Jalan Kebonjati => [RS Santosa] => Jalan Dulatip => Jalan Jenderal Sudirman => Jalan Cibadak => Jalan Gardujati => Jalan Kalipah Apo => Jalan Oto Iskandar Di Nata => [Terminal Tegallega yang berada di Jalan Oto Iskandar Di Nata]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s