Angkot Day dan Angkot Bandung: Naik Angkot tak Mesti Gratis

Anda ingin naik angkutan kota (angkot) yang aman, nyaman, tertib, lancar, dan tanpa ngetem lama? Jangankan anda, saya pun mendambakannya. Sayangnya, hal-hal seperti itu jarang ditemui untuk saat ini.

Karena sudah tahu seperti itu, saya pun mengantisipasinya. Tujuannya agar rileks dan tidak stress. Dengan sadar pada “risiko”-nya itulah (ingat, kesadaran itulah justru yang jadi “ilmu”), saya jadi rileks dan menghindari stress (negatif) semaksimal mungkin. Kesadaran adalah ilmu utama.

Bagaimana dengan ilmu turunan? Ya, saya menghitung-hitung jangka waktu perjalanan plus rute-rute yang akan dilalui apakah jalur macet atau bukan. Kalau sudah tahu macet dan kita tidak bisa menghindari, ya apa boleh buat, demikianlah adanya. Masa gara-gara macet, saya jadi tidak berangkat menuju tempat tujuan.

Selain macet, juga sopirnya yang sering menghentikan angkot cukup lama. Ngetem istilahnya. Ya, sudah saja saya turun dari angkot. Tinggal bayar. Toh “kelebihan” ongkosnya tidak terlalu jauh tambahannya. Tidak setiap hari bukan? Kita pun masih bisa menepati waktu di tempat tujuan. Kita pun senantiasa berupaya untuk berjiwa merdeka. [Kalau sedang rileks, saya mengalaminya di depan BIP di Jalan Merdeka. Lebih dari 30 menit. Kalau sedang butuh waktu, saya sependapat dengan penumpang lain yang turun dari angkot (dan bayar seukurannya) lalu melanjutkannya untuk naik angkot yang di depan. Asyik, bukan?]

Angkot Day

Angkot yang aman, nyaman, tertib, dan lancar, mungkin sudah jarang. Kalau ngetem, wah tampaknya sudah kebiasaan. Alasannya sih klasik.

Pada 20 September 2013 lalu, saya mengapresiasi keberadaan Angkot Day. Jarang-jarang loh warga Indonesia yang mengapresiasi. Coba saja perhatikan, sebagian dari kita sering mematikan ide orang lain. Sudah mematikan, kita sendiri tidak punya ide he he he. Wah kasihan untuk orang-orang seperti ini. [Tadinya saya menduga bahwa naik angkot gratis di Angkot Day ini mungkin bagian dari HUT ke-203 Kota Bandung. Jadi, wajar, warga masyarakat diberikan kebahagiaan.]

Namun, ada hal yang kurang sependapat dengan saya. Mengapa naik angkot di Angkot Day malah gratis? Lebih baik bayar, bukan? Anggaplah ongkos yang dibayar itu sebagai bonus bagi sopir angkot. Yang penting, tujuan survey kita tercapai, yaitu bagaimana kalau angkot berjalan tanpa ngetem (lama). Pada gilirannya, penumpang pun akan senang karena angkot berjalan lancar. Sopir pun akan tahu bagaimana kalau angkot berjalan tanpa ngetem.

Selain itu, kalau ongkos digratiskan pada 20 September, lalu bayar lagi pada 21 September, tentu akan menimbulkan pertanyaan yang “kaget”. Kok bayar, kemarin kan gratis? Ya, ini memang soal sosialisasi. Padahal, dengan membayar, kita dibiasakan untuk membayar.

Barulah nanti dievaluasi, apakah penumpang masih sepi? (Maklumlah tidak setiap hari Angkot Day itu hadir sehingga kurang maksimal evaluasinya). Juga, apakah ngetem itu “keharusan” atau tidak. Semua memang perlu dievaluasi dan tidak cukup dengan waktu yang sebentar.

Bagaimanapun saya harus mengapresiasi kepada inisiator Angkot Day ini. Toh saya belum tentu mampu seperti mereka (dari segi finansial untuk para pemilik dan/atau sopir angkot misalnya). Bagi saya, faktor “finansial” ini yang justru menjadi keinginan saya untuk para pemilik dan/atau sopir angkot. Jadi, maksudnya, kalau manajemen transportasi (soal setoran) dikelola dengan baik, apakah sopir angkot akan meninggalkan ngetem.

Soal ngetem ini kan menarik. Ibarat telur dan ayam. Apakah angkot kosong itu karena penumpangnya sebal dengan angkot yang ngetem ataukah sebaliknya penumpang yang jarang sehingga angkot harus ngetem. OK, selamat menikmati perjalanan naik angkot.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s