Di kawasan Bandung Raya, dalam hal ini Kota Bandung, keberadaan stasiun dan bandar udara (bandara) sangat berkaitan dengan angkutan umum, terutama angkutan kota (angkot). Soalnya, di Bandung kan tidak ada pelabuhan.

Selain bandara, Bandung pun memiliki beberapa stasiun. Namun, dalam tulisan ini, saya hanya ingin menceritakan Stasiun Hall Bandung saja. Bagaimana dengan bandara? Tentu saja, ada Bandara Husein Sastranegara.

Berkaitan dengan angkot, sepengetahuan saya, satu-satunya angkot yang melintasi pintu gerbang Bandara Husein Sastranegara yaitu angkot Halteu Andir-Cibogo Atas. Itu pun angkot Halteu Andir-Cibogo Atas yang menuju Halteu Andir. Kalau dari arah sebaliknya, angkot Halteu Andir-Cibogo Atas yang menuju Cibogo Atas ini berjalan memutar lebih dahulu.

Inilah gambarannya: [Terminal Cibogo Atas yang berada di Jalan Cibogo Atas] => Jalan Cibogo Atas => Jalan Cibogo => Jalan Mustang => Jalan Hercules => [Terowongan jalan bawah Tol Pasteur-Padaleunyi] => Jalan Sukaraja => Jalan Dr. Djundjunan (dahulu Jalan Terusan Pasteur) => [Jalan Bawah Jalan Layang Paspati yang jaraknya 70-100 meter sebelum perempatan Jalan H.O.S. Tjokroaminoto (d/h Jalan Pasirkaliki) dan Jalan Pasteur/Jalan Dr. Djundjunan] => Jalan Dr. Djundjunan => Jalan Sukawarna => Jalan LMU Suparmin => Jalan Pajajaran => [Pintu gerbang Bandara Husein Sastranegara yang berada di pertemuan antara Jalan Pajajaran dan Jalan LMU Nurtanio (d/h Jalan Garuda)] => Jalan LMU Nurtanio =>[Terminal Halteu Andir yang berada di Jalan LMU Nurtanio. Letaknya 20-30 meter dari Stasiun Andir. Posisi ini berada di pertigaan Jalan LMU Nurtanio dan Jalan Abdulrachman Saleh] => Jalan Abdulrachman Saleh => [Tugu Patung Husein Sastranegara yang berada di pertigaan Jalan Abdulrachman Saleh, Jalan Pajajaran, dan Jalan Aruna] => Jalan Pajajaran => Jalan LMU Suparmin => Jalan Sukawarna => Jalan Dr. Djundunan => Jalan Hercules => Jalan Mustang => Jalan Cibogo => Jalan Cibogo Atas => [Terminal Cibogo Atas yang berada di Jalan Cibogo Atas]

Meskipun angkot Halteu Andir-Cibogo Atas merupakan satu-satunya angkot yang melintasi pintu gerbang Bandara Husein Sastranegara (dan itu pun hanya angkot Halteu Andir-Cibogo Atas yang menuju Halteu Andir sebagaimana dibahas tadi), sebetulnya masih ada beberapa angkot trayek lain yang bisa diperoleh. Dengan memperhatikan gambaran trayek tadi, dari pintu gerbang Bandara Husein sastranegara, kita bisa berjalan kaki selama 2-3 menit ke pertigaan Jalan LMU Nurtanio dan Jalan Abdulrachman Saleh atau 3-5 menit ke Tugu Patung Husein Sastranegara (di pertigaan Jalan Abdulrachman Saleh, Jalan Pajajaran, dan Jalan Aruna). Ya, berjalan kaki tampaknya lebih baik daripada menunggu angkot Halteu Andir-Cibogo Atas selama 10-30 menit sekali. Soalnya kalau naik angkot, cuma satu menit sudah sampai. Buat apa? Jadi, mending berjalan kaki saja. Kalau taksi, itu lebih mudah dan langsung ke tempat tujuan (rumah atau hotel). Akan tetapi, ini kan blog tentang angkot he he.

Di pertigaan Jalan LMU Nurtanio dan Jalan Abdulrachman Saleh (sebetulnya di sini pun ada Jalan Ciroyom dan Jalan Maleber) ada beberapa trayek angkot yaitu angkot Ciroyom-Cicaheum (yang menuju Ciroyom), angkot Ciroyom-Sarijadi (yang menuju Ciroyom), angkot Ciroyom-Ciburial (yang menuju Ciroyom), angkot Ciroyom-Lembang (yang menuju Ciroyom), angkot Pasar Induk Caringin-Dago (yang menuju Pasar induk Caringin), angkot Pasar Induk Caringin-Sadangserang (yang menuju Pasar Induk Caringin), angkot Sederhana-Cijerah (yang menuju Cijerah), angkot Cicadas-Elang (yang menuju Elang), angkot Stasiun Hall-Cimahi-Padalarang (yang menuju Cimahi). Sebetulnya masih ada satu angkot lagi yaitu angkot Antapani-Ciroyom yang menuju Ciroyom. Namun, angkot Antapani-Ciroyom ini sering kali memutardi Jalan Pajajaran. Paling jauh sampai Tugu Husein Sastranegara.

Sementara itu, di pertigaan Jalan Abdulrachman Saleh, Jalan Pajajaran, dan Jalan Aruna (kita sebut saja di dekat Tugu Patung Husein Sastranegara) tersedia angkot-angkot tadi, terutama angkot-angkot yang menuju arah sebaliknya. Angkot-angkot tersebut meliputi angkot Ciroyom-Cicaheum (yang menuju Cicaheum), angkot Ciroyom-Sarijadi (yang menuju Sarijadi), angkot Ciroyom-Ciburial (yang menuju Ciburial), dan angkot Ciroyom-Lembang (yang menuju Lembang), serta angkot Stasiun Hall-Cimahi-Padalarang (yang menuju Stasiun Hall). Angkot-angkot tersebut datang dari Jalan Aruna (sebelumnya bergerak dari Terminal Ciroyom, kecuali angkot Stasiun Hall-Cimahi-Padalarang yang berangkat dari Cimahi). Selain itu, ada juga angkot Pasar Induk Caringin-Sadangserang (yang menuju Sadangserang) dan angkot Sederhana-Cijerah (yang menuju Pasar Sederhana). Angkot-angkot tersebut datang dari Jalan Abdulrachman Saleh/Jalan LMU Nurtanio (sebelumnya bergerak dari Pasar Induk Caringin dan Cijerah). Ada juga angkot Antapani-Ciroyom yang menuju Antapani sebagaimana saya bahas tadi bahwa angkot Antapani-Ciroyom ini sering kali memutar di Jalan Pajajaran (paling jauh sampai Tugu Husein Sastranegara).

Jadi, jika kita mau berangkat dari Bandara Husein Sastranegara ke Stasiun Hall Bandung maka kita cukup naik angkot Stasiun Hall-Cimahi-Padalarang yang menuju Stasiun Hall Bandung. Itu pun kita harus berjalan kaki dahulu lebih kurang 3-5 menit dari pintu gerbang Bandara Husein Sastranegara ke Tugu Patung Husein Sastranegara. Sebaliknya, jika kita mau berangkat dari Stasiun Hall Bandung ke Bandara Husein Sastranegara maka kita cukup naik angkot Stasiun Hall-Cimahi-Padalarang yang menuju Cimahi. Lalu, kita bisa turun di Tugu Patung Husein Sastranegara atau di dekat Stasiun Andir. Setelah itu, barulah kita berjalan kaki ke Bandara Husein Sastranegara.

 tugu-monumen-huseinsastranegara
 Keterangan: Tampak sekilas ada tulisan: “…Sastranegara” di sebelah kanan, itu bukanlah pintu gerbang utama. Itu hanya pintu gerbang jalan beberapa ratus meter menuju pintu gerbang utama Bandara.