Tuntaskan Penasaran Naik Angkot Sukamulya (2): Dari Gegerkalong Hilir ke Sarijadi Lewat Jalan Sukahaji/Sutami

Minggu, 1 April 2012. Siang itu tengah hujan rintik-rintik. Saya baru saja kembali dari membeli koran di Jalan Dr. Setiabudi.

Sebelumnya, rasa penasaran dengan naik angkot Sukamulya ituakhirnya sedikit terobati ketika saya naik angkot Sukamulya dari Sarijadi ke Gegerkalong Hilir. (Baca: “Menuntaskan Penasaran dengan Naik Angkot Sukamulya (1): Dari Sarijadi ke Gegerkalong Hilir”).

Kali ini, saya sudah berada di Terminal Gegerkalong (Hilir) yang berada di sepanjang Jalan Gegerkalong Hilir No. 1 s.d. No. 30-an. Di Terminal Gegerkalong (Hilir) ini —bedakan ya dengan Terminal Gegerkalong (Girang)— tersedia empat trayek angkot yaitu angkot Sarijadi-Gegerkalong (Hilir)/Gegerkalong (Hilir)-Sarijadi, angkot Gegerkalong (Hilir)-Polban/Polban-Gegerkalong (Hilir), angkot Ledeng-Cimahi/Cimahi-Ledeng, dan angkot Sukamulya. [Terminal Gegerkalong (Hilir) ini berjarak beberapa meter dari Jalan Dr. Setiabudi. Jalan Dr. Setiabudi dilewati angkot Ledeng-Cicaheum/Cicaheum-Ledeng P.P., angkot Ledeng-Abdul Muis/Abdul Muis P.P., angkot Ledeng-Margahayu/Margahayu-Ledeng P.P., angkot Stasiun Hall-Lembang/Lembang-Stasiun Hall P.P., angkot Ciroyom-Lembang/Lembang-Ciroyom P.P., bus kota DAMRI Ledeng-Leuwipanjang/Leuwipanjang-Ledeng P.P., bus Bandung-Indramayu/Indramayu-Bandung P.P.].

Tujuan saya kali ini ialah naik angkot Sukamulya yang menuju Sarijadi. Tentu, Sarijadi di sini merupakan kawasan bawah Sarijadi (baca: dekat Lapangan Flat Sarijadi). Angkot Sukamulya ini berwarna hijau muda (mirip warna hijau pada Stabilo).

Tampak ada dua angkot Sukamulya yang sedang ngetem di Terminal Gegerkalong (tepat di depan Puri Cengkeh Glove Inn/Country Inn di Jalan Gegerkalong Hilir No. 35 Kota Bandung). Setelah saya naik, kebetulan angkot Sukamulya ini hendak berangkat. Ya, pada pukul 13.13 WIB, angkot Sukamulya yang saya naiki bersama seorang penumpang lainnya mulai berangkat. Angkot ini berjalan melintasi Jalan Gegerkalong Hilir dan ngetem kembali di pertemuan jalan antara Jalan Gegerkalong Hilir dan Jalan Pak Gatot Raya (baca: pintu gerbang KPAD-Gegerkalong). Di sini, angkot Sukamulya yang saya naiki berpapasan dengan angkot Sukamulya yang menuju Gegerkalong Hilir. Sebelumnya, di Jalan Gegerkalong Hilir, angkot Sukamulya ini bersinggungan dengan Jalan Cipedes (kiri), Jalan Picung (kiri), Jalan Setrasari (kiri), dan Jalan Pak Gatot Raya (kanan).

Setelah hampir selama enam menit ngetem, angkot Sukamulya berjalan kembali melintasi Jalan Gegerkalong Hilir dan belok kiri ke Jalan Sukahaji. Di pertengahan Jalan Sukahaji, ada 3-5 penumpang naik dan turun silih berganti. Selain itu, tampak pula angkot Sukamulya yang menuju Gegerkalong Hilir berpapasan. Di ujung Jalan Sukahaji yang bertemu dengan Jalan Ir. Sutami, angkot Sukamulya yang saya naiki bertemu dengan angkot Sukamulya yang menuju Sarijadi. Tampaknya angkot Sukamulya ini berangkat dari arah Jalan Cipedes Tengah (Sukamulya).

Dari arah Jalan Sukahaji, angkot Sukamulya ini belok kanan ke Jalan Ir. Sutami dan berjalan terus hingga masuk ke dalam kawasan Setrasari Mall. Oh ya, jika belok kiri berarti masuk ke Jalan Setraria dan jika belok kanan berarti melintasi Jalan Ir. Sutami (baca: di luar Setrasari Mall). Setelah keluar dari kawasan Setrasari Mall, angkot Sukamulya ini belok kiri ke Jalan Ir. Sutami (lagi) hingga menjelang POM Bensin dan belok kanan ke Jalan Lemah Neundeut. (Kalau lurus tentu akan mengarah pada Jalan Dr. Djundjunan dan Pintu Tol Pasteur-Padaleunyi).

Di Jalan Lemah Neundeut ini, ada seorang ibu yang hendak naik angkot Sukamulya yang saya naiki. Namun ketika ditanyakan tujuannya, Pak Sopir bilang, “Bukan”. “Itu yang belakang. Di POM Bensin,” jelas Pak Sopir melanjutkan jawabannya. Angkot yang dimaksud Pak Sopir adalah angkot Sukamulya yang berpapasan di pertemuan jalan antara Jalan Sukahaji dan Jalan Ir. Sutami (dari arah Cipedes Tengah) tadi.

Setelah Jalan Lemah Neundeut, angkot Sukamulya yang tinggal menyisakan saya, melintasi Jalan Sarirasa dan akhirnya tiba di Jalan (Terusan) Ir. Sutami pada pukul 13.35 WIB. Di sini, saya pun turun dan membayar ongkos Rp 2.000,- (dua ribu rupiah). Setelah seorang penumpang lainnya naik, angkot ini berangkat kembali menuju Gegerkalong Hilir.

Rute Angkot Sukamulya Trayek Gegerkalong Hilir-Sarijadi:

TERMINAL GEGERKALONG (di Jalan Gegerkalong Hilir) => Jalan Gegerkalong Hilir => Jalan Sukahaji => Jalan Ir. Sutami => Jalan Surya Sumantri => Jalan Lemah Neundeut => Jalan Sarirasa (Sarijadi) => Jalan (Terusan) Ir. Sutami.

Catatan:

Karena tidak ada tulisan resmi, tulisan trayek Gegerkalong Hilir-Sarijadi tersebut hanya sekadar tulisan saya (sebagai penjelas saja). Selain itu, dalam “Kamus Saya”, trayek angkot ini merupakan trayek yang memutar, dalam arti, angkot ini melaju dari terminal A (ngetem) ke “terminal” B (bergerak) dan memutar hingga ke terminal A (ngetem) lagi. (Gambarannya seperti Terminal Kebon Kalapa untuk angkot Buahbatu-Kebon Kalapa/Kebon Kalapa-Buahbatu).

Angkot Sukamulya trayek Gegerkalong Hilir-Sarijadi => Minggu, 1 April 2012

Angkot Sukamulya trayek Sarijadi-Gegerkalong Hilir => Minggu, 1 April 2012

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s