Tuntaskan Penasaran Naik Angkot Sukamulya (1): Dari Sarijadi ke Gegerkalong Hilir Lewat Jalan Sutami/Sukahaji

Naik angkutan kota (angkot) tampaknya bisa dijadikan sebagai kegiatan uji nyali. Misalnya, ketika kita tidak mengetahui trayek angkot dari mana ke mana, kita tentu akan meraba-raba ke mana angkot itu berjalan. Hal itu pula yang sering saya alami.

Nah, Minggu, 1 April 2012 siang tadi, saya mencoba naik angkot Sukamulya (baca: di kaca depan terdapat tulisan “Sukamulya”). (Kelak, saya tahu bahwa saya naik angkot Sukamulya trayek Sarijadi-Gegerkalong Hilir). Sebetulnya, keberadaan angkot ini sudah sering saya lihat. Namun, karena belum pernah mencobanya, saya pun tidak mengetahui rute perjalanannya. Meskipun demikian, saya sering melihat angkot Sukamulya ini di Terminal Gegerkalong (Hilir) dan di Jalan Cipedes Tengah atau di Jalan Ir. Sutami. Karena rasa penasaran itulah saya mencoba naik angkot Sukamulya.

Rasa penasaran itu timbul karena angkot Sukamulya ini ada dua. Pertama, angkot Sukamulya berwarna hijau muda (mirip warna hijau pada Stabilo). Kedua, angkot Sukamulya berwarna hijau gelap/tua (mirip warna hijau tentara). Nah, kebingungan itu muncul karena saya tahu bahwa Sukamulya itu berada di Kecamatan Sukajadi (baca: dekat Jalan Dr. Djundjunan). Angkot Sukamulya inilah yang saya lihat ketika sedang mencari penumpang di Jalan Cipedes Tengah atau di Jalan Ir. Sutami. Sementara angkot Sukamulya (umumnya berwarna hijau muda) sering saya lihat di Terminal Gegerkalong (Hilir).

Siang di hari Minggu, 1 April 2012 itu, suasana cerah dan mendung datang silih berganti. Sesekali hujan gerimis. Saya pun menunggu angkot Sukamulya ini di kawasan Sarijadi (tepatnya di Jalan Terusan Ir. Sutami). Ketika angkot Sukamulya datang dari arah Jalan Sarirasa dan belok ke Jalan (Terusan) Ir. Sutami, pada pukul 12.56 WIB, saya pun segera naik angkot tanpa tanya-tanya lagi. Pokoknya berangkat. Entah mau ke mana. Pokoknya mencoba. Saat itu, hanya saya sendiri di dalam angkot. (Sampai akhirnya hanya berpenumpang dua orang setelah seorang penumpang naik di Jalan Sukahaji).

Setelah berhenti sebentar, angkot Sukamulya yang saya naiki mulai berjalan melintasi Jalan (Terusan) Ir. Sutami sampai menjelang Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Bojonagara dan berbelok ke Jalan (Terusan) Surya Sumantri. Di Jalan (Terusan) Surya Sumantri ini, angkot Sukamulya belok kiri ke Jalan Ir. Sutami (baca: pinggir Jalan Setrasari Mall). (Soalnya kalau berjalan lurus akan menyusuri Jalan Surya Sumantri ke arah Jalan Dr. Djundjunan atau Pintu Tol Pasteur-Padaleunyi he he he.). Di antara Jalan (Terusan) Ir. Sutami dan Jalan (Terusan) Surya Sumantri yang merupakan jalan satu arah ini (dari arah kawasan Sarijadi), angkot Sukamulya bersinggungan dengan Jalan Surya Setra (sebelum KPP Bojonagara) dan Jalan Setra Murni (setelah KPP Bojonagara).

Sementara itu, di Jalan Ir. Sutami, angkot Sukamulya ini bersinggungan dengan Setrasari Mall (kanan). Di Jalan Ir. Sutami, angkot Sukamulya ini belok kiri karena kalau lurus akan masuk ke Jalan Setraria dan kalau belok kanan akan masuk ke dalam kawasan Setrasari Mall.

Di Jalan Ir. Sutami, angkot Sukamulya ini belok kiri lagi ke Jalan Sukahaji dan berjalan terus hingga bertemu dengan Jalan Gegerkalong Hilir. Di ujung Jalan Sukahaji inilah angkot Sukamulya ini belok kanan melintasi Jalan Gegerkalong Hilir. Di Jalan Gegerkalong Hilir, angkot Sukamulya bersinggungan dengan Jalan Pak Gatot Raya (baca: pintu gerbang KPAD-Gegerkalong) di sebelah kiri, Jalan Setrasari (kanan), Jalan Picung (kanan), dan Jalan Gegerkalong Tengah (kiri). Akhirnya, pada pukul 13.04 WIB, angkot Sukamulya yang saya naiki tiba di Terminal Gegerkalong (Hilir) yang berada di Jalan Gegerkalong Hilir (tepat di depan Puri Cengkeh Glove Inn/Country Inn di Jalan Gegerkalong Hilir No. 35 Kota Bandung). Saya menyerahkan uang Rp 5.000,- (lima ribu rupiah) dan diberikan uang kembalian Rp 3.000,- (tiga ribu rupiah). Berarti ongkosnya ialah Rp 2.000,- (dua ribu rupiah).

Di Terminal Gegerkalong (Hilir) yang berada di sepanjang Jalan Gegerkalong Hilir (nomor 1 s.d. nomor 30-an) ini —bedakan ya dengan Terminal Gegerkalong (Girang)— tersedia tiga trayek angkot lainnya yaitu angkot Sarijadi-Gegerkalong (Hilir)/Gegerkalong (Hilir)-Sarijadi, angkot Gegerkalong (Hilir)-Polban/Polban-Gegerkalong (Hilir), dan angkot Ledeng-Cimahi/Cimahi-Ledeng. [Terminal Gegerkalong (Hilir) ini berjarak beberapa meter dari Jalan Dr. Setiabudi. Jalan Dr. Setiabudi dilewati angkot Ledeng-Cicaheum/Cicaheum-Ledeng P.P., angkot Ledeng-Abdul Muis/Abdul Muis P.P., angkot Ledeng-Margahayu/Margahayu-Ledeng P.P., angkot Stasiun Hall-Lembang/Lembang-Stasiun Hall P.P., angkot Ciroyom-Lembang/Lembang-Ciroyom P.P., bus kota DAMRI Ledeng-Leuwipanjang/Leuwipanjang-Ledeng P.P., bus Bandung-Indramayu/Indramayu-Bandung P.P.].

Dengan masih diiringi rintik-rintik hujan, rasa penasaran saya pun sedikit tertuntaskan. Namun, di balik ketidaktahuan rute perjalanan angkot Sukamulya tersebut, sebelumnya saya menduga bahwa perjalanan saya akan berujung pada daerah Sukamulya. Kenyataannya, perjalanan saya malah berujung pada Terminal Gegerkalong (Hilir). Besok-besok, saya ingin menuntaskan rasa penasaran saya untuk naik angkot Sukamulya menuju daerah Sukamulya. Mudah-mudahan tidak “salah” lagi.

Sebetulnya, “misteri” itu segera terungkap ketika dalam perjalanan pulang ada seorang ibu yang bertanya kepada sopir di Jalan Lemah Neundeut, dekat POM Bensin. (Ini link cerita selengkapnya). Namun, agar tidak penasaran, saya ceritakan sedikit dalam perjalanan pulang. Saat itu, seorang ibu bertanya kepada sopir angkot Sukamulya yang saya naiki. “Bukan,” jawab Pak Sopir. “Itu yang belakang. Di POM Bensin,” jelas Pak Sopir melanjutkan jawabannya. Ya, ketika perjalanan pulang, kebetulan saya melihat angkot yang dimaksud ketika angkot yang saya naiki berpapasan dengan angkot yang sama dari arah Jalan Ir. Sutami (baca: dari arah Cipedes). Angkot Sukamulya dari arah Cipedes itu sedang mengisi bensin.

Oh ya, ketika angkot Sukamulya trayek Sarijadi-Gegerkalong Hilir yang saya naiki, tampak dua angkot yang menuju Sarijadi saling berpapasan yaitu di Jalan Sukahaji dan di Jalan Gegerkalong Hilir (sedang ngetem di pertemuan jalan antara Jalan Gegerkalong Hilir dan Jalan Pak Gatot Raya). Sebagai catatan, trayek Sarijadi-Gegerkalong Hilir yang saya tulis hanya menurut pandangan saya saja karena di dalam angkot Sukamulya tersebut tidak ditulis seperti itu. Semua tulisan hanyalah “Sukamulya”.

Sebagai tambahan penjelasan cerita saya, dalam cerita ini saya tidak bermaksud untuk menghindarkan kalimat “Malu Bertanya, Sesat di Jalan”. Tenang saja. Ini kan uji nyali. Namanya juga jalan-jalan. Tujuannya hanya satu yaitu tidak kemana-mana, tetapi hanya mau naik angkot saja. Singkat cerita, sesampai di Terminal Gegerkalong (Hilir), saya berjalan ke Jalan Dr. Setiabudi untuk membeli koran.

Rute Angkot Sukamulya Trayek Sarijadi-Gegerkalong Hilir:

Jalan (Terusan) Ir. Sutami => Jalan (Terusan) Surya Sumantri => Jalan Ir. Sutami => Jalan Sukahaji => Jalan Gegerkalong Hilir => TERMINAL GEGERKALONG (di Jalan Gegerkalong Hilir).

Catatan:

Karena tidak ada tulisan resmi, tulisan trayek Sarijadi-Gegerkalong (Hilir) tersebut hanya sekadar tulisan saya (sebagai penjelas saja). Selain itu, dalam “Kamus Saya”, trayek angkot ini merupakan trayek yang memutar, dalam arti, angkot ini melaju dari terminal A (ngetem) ke “terminal” B(bergerak) dan memutar hingga ke terminal A (ngetem) lagi. (Gambarannya seperti Terminal Kebon Kalapa untuk angkot Buahbatu-Kebon Kalapa/Kebon Kalapa-Buahbatu).

Angkot Sukamulya trayek Sarijadi-Gegerkalong Hilir => Minggu, 1 April 2012

Angkot Sukamulya trayek Gegerkalong Hilir-Sarijadi => Minggu, 1 April 2012

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s