Ke Cimahi Naik Angkot Pesantren-Sarijadi

Selasa, 13 Maret 2012. Pagi itu, matahari tampak agak malu-malu untuk menyinari bumi, khususnya di daerah tempat tinggal saya. Suasana pun tampak mendung. Namun, seiring dengan penampakan sinar matahari, saya segera mengambil langkah dari sebelumnya yang seakan terhambat karena suasana mendung tersebut. Ya, hari menjelang siang, saya berangkat menuju “Terminal Sarijadi” khusus untuk angkot trayek Pesantren-Sarijadi. (Harap maklum, saat ini, di Sarijadi terdapat tiga “terminal”). Angkot Pesantren-Sarijadi ini berwarna biru strip kuning. Jam operasinya sejak pagi hingga menjelang Maghrib.

Suasana “Terminal Sarijadi” untuk angkot Pesantren-Sarijadi memang berbeda dari suasana “Terminal Pesantren” untuk trayek angkot yang sama. Jika di “Terminal Sarijadi” setiap angkot selalu berangkat setiap sepuluh menit meskipun tidak memuat penumpang maka di “Terminal Pesantren” setiap angkot sering kali ngetem untuk membawa penuh penumpang. Itu bukan kata saya, tetapi kata Pak Sopir yang sempat saya ajak obrol. Faktanya, sebagaimana yang saya saksikan, tidak jarang hanya ada 1, 2, atau 3 angkot Pesantren-Sarijadi yang berada di “Terminal Sarijadi”. Bahkan tidak jarang saya tidak melihat angkot satu pun. Sebaliknya, di “Terminal Pesantren” terlihat 10-11 angkot berjejer, belum termasuk angkot trayek tersebut yang berjalan bolak-balik.

Di siang hari yang cerah itu, saya berjalan menuju “Terminal Sarijadi” khusus untuk angkot Pesantren-Sarijadi yang berada di Jalan Perintis. Tepat pada pukul 10.10 WIB, angkot Pesantren-Sarijadi yang saya naiki mulai berangkat. Hanya saya sendiri loh penumpangnya. Tampak hanya satu angkot yang ditinggal.

Angkot yang saya naiki berjalan melintasi Jalan Perintis, belok kiri ke Jalan Sarirasa, belok kiri ke Jalan Sariasih I (sering kali tertulis hanya “Sariasih” saja). Seperti biasa, angkot Pesantren-Sarijadi ini berhenti sebentar. Biasanya selama 10-15 menit. Hikmahnya, ada beberapa penumpang yang mengisi angkot dan angkot pun segera berangkat kembali.

Satu hingga dua menit kemudian, angkot yang saya naiki ini melewati Politeknik Pos Indonesia (Poltekpos). Dalam 5-6 menit sejak ngetem itu, angkot ini memang melintasi Jalan Terusan Sariasih I dan Jalan Terusan Gegerkalong Hilir. Di dalamnya terdapat Poltekpos, jembatan sungai Cibeureum yang menjadi pembatas antara Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, Politeknik Negeri Bandung (dahulu Politeknik ITB), dan Pos Kepolisian Sektor Ciwaruga. Oh ya, jangan lupa juga bahwa di kawasan Politeknik Negeri Bandung (Polban) terdapat “Terminal Polban” untuk angkot Gegerkalong-Polban. Gegerkalong di sini tentu saja Jalan Gegerkalong Hilir karena kalau Jalan Gegerkalong Girang sudah ada angkot KPAD-Gegerkalong (Girang) yang menanti. Tentu saja, “Terminal KPAD” dan “Terminal Gegerkalong Girang” bukan di kawasan Polban tempatnya.

Masih di Jalan Terusan Gegerkalong Hilir, tepatnya di Pos Kepolisian Sektor Ciwaruga, angkot Pesantren-Sarijadi yang saya naiki belok kiri (menurun) ke Jalan Sariwangi. Dari sini, angkot melaju ke Jalan Sariwangi (termasuk Jalan Lembur Tengah), Jalan Pesantren Atas, Jalan Pesantren, dan berakhir di “Terminal Pesantren” yang berada di ujung Jalan Pesantren. “Terminal Pesantren” yang berada di Jalan Pesantren ini terletak di pertemuan antara Jalan Pesantren dan Jalan Jenderal Amir Machmud (dahulu Jalan Raya Cibeureum-Cimindi-Cimahi). Sebagaimana “Terminal Sarijadi”, “Terminal Pesantren” ini hanya memanfaatkan pinggir jalan. Perjalanan saya pun tiba di “Terminal Pesantren” pada pukul 10.59 WIB.

Di sini, maksudnya di Jalan Jenderal Amir Machmud yang dekat dengan “Terminal Pesantren”, saya meneruskan perjalanan dengan menaiki angkot Leuwipanjang-Cimahi-(Padalarang). Terlepas dari itu, di Jalan Jenderal Amir Machmud ini melintas angkot Leuwipanjang-Cimahi-(Padalarang), angkot Stasiun Hall-Cimahi-(Padalarang), bus kota DAMRI Alun-alun Bandung-Ciburuy (AC dan non-AC), mikrobus Bandung-Sindangkerta, dan mikrobus Cileunyi-Cililin. Semua P.P. (Pulang-Pergi).

Rute Angkot Trayek Pesantren-Sarijadi yang Menuju Jalan Pesantren:

“TERMINAL SARIJADI” khusus untuk angkot trayek Pesantren-Sarijadi (di Jalan Perintis) => Jalan Perintis => Jalan Sarirasa => Jalan Sariasih I => Jalan Terusan Sariasih I => Jalan Terusan Gegerkalong Hilir => Jalan Sariwangi => (Jalan Lembur Tengah) => Jalan Sariwangi => (Jalan Pesantren Atas) => Jalan Pesantren => “TERMINAL PESANTREN” (di Jalan Pesantren).

Catatan:

“Terminal Sarijadi” berada di Kota Bandung, sedangkan “Terminal Pesantren” berada di Kota Cimahi. Angkot trayek Pesantren-Sarijadi P.P. ini melintasi tiga daerah yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s