Dari Leuwipanjang ke Sarijadi Mencoba Naik Angkot Pesantren-Sarijadi

Perjalanan dari Terminal Leuwipanjang ke Sarijadi sering kali saya lakukan. Biasanya saya menggunakan angkot sebanyak 2-3 kali, tergantung trayek mana yang digunakan. Namun, perjalanan kali ini, Selasa, 13 Maret 2012, saya mencoba naik angkot trayek Pesantren-Sarijadi. Angkot Pesantren-Sarijadi ini berwarna biru strip kuning. Jam operasinya sejak pagi hingga menjelang Maghrib.

Perjalanan dimulai ketika saya naik angkot Leuwipanjang-Cimahi-(Padalarang) di Terminal Leuwipanjang. Tujuannya untuk menuju Jalan Pesantren. Setelah perjalanan yang memakan waktu selama 36 menit itu, saya pun turun di Jalan Pesantren untuk mendekati “Terminal Pesantren”. Sementara angkot yang tadi saya naiki terus melanjutkan perjalanannya hingga ke Cimahi (Jalan Pasar Atas).

Karena turun di Jalan Jenderal Amir Machmud (dahulu Jalan Raya Cibeureum-Cimindi-Cimahi), saya harus menyeberang lebih dahulu untuk menuju Jalan Pesantren. Alasannya, “Terminal Pesantren” yang berada di Jalan Pesantren ini terletak di pertemuan antara Jalan Pesantren dan Jalan Jenderal Amir Machmud.

Suasana “Terminal Pesantren” memang berbeda dari suasana “Terminal Sarijadi”,dalam hal ini khusus untuk angkot Pesantren-Sarijadi. (Harap maklum, saat ini, di Sarijadi terdapat tiga “terminal”). Jika di “Terminal Pesantren” setiap angkot sering kali ngetem untuk membawa penuh penumpang maka di “Terminal Sarijadi” setiap angkot selalu berangkat setiap sepuluh menit meskipun tidak memuat penumpang. Itu bukan kata saya, tetapi kata Pak Sopir yang sempat saya ajak obrol. Faktanya, sebagaimana yang saya saksikan, di “Terminal Pesantren” kita bisa menyaksikan 10-11 angkot yang berjejer (belum termasuk angkot trayek tersebut yang berjalan bolak-balik), sedangkan di “Terminal Sarijadi” khusus untuk angkot Pesantren-Sarijadi hanya terlihat 1, 2, atau 3 angkot saja. Bahkan tidak jarang saya tidak melihat angkot tersebut satu pun.

Angkot Pesantren-Sarijadi yang saya naiki mulai berangkat dari “Terminal Pesantren” pada pukul 13.52 WIB. Tidak tanggung-tanggung, dalam perjalanan kali ini, ada 16 penumpang di dalam angkot, belum termasuk sopir. Sementara ketika angkot berjalan meninggalkan “Terminal Pesantren” saya sempat menghitung 11 angkot yang menunggu giliran.

Angkot ini berjalan melintasi Jalan Pesantren, Jalan Pesantren Atas, Jalan Sariwangi (termasuk Jalan Lembur Tengah), dan Jalan Terusan Gegerkalong Hilir, serta Jalan Terusan Sariasih I. Dalam tujuh menit perjalanan di Jalan terusan Gegerkalong Hilir dan Jalan Terusan Sariasih I, angkot Pesantren-Sarijadi yang saya naiki melewati Pos Kepolisian Sektor Ciwaruga, Politeknik Negeri Bandung (dahulu Politeknik ITB), jembatan sungai Cibeureum yang menjadi pembatas antara Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, dan Politeknik Pos Indonesia. Oh ya, jangan lupa juga bahwa di kawasan Politeknik Negeri Bandung (Polban) terdapat “Terminal Polban” untuk angkot Gegerkalong-Polban. Gegerkalong di sini tentu saja Jalan Gegerkalong Hilir karena kalau Jalan Gegerkalong Girang sudah ada angkot KPAD-Gegerkalong (Girang) yang menanti. Tentu saja, “Terminal KPAD” dan “Terminal Gegerkalong Girang” bukan di kawasan Polban tempatnya.

Setelah Jalan Terusan Sariasih I, angkot ini melintasi Jalan Sariasih I, Jalan Sarirasa, dan terakhir Jalan Perintis. Saya pun tiba pada pukul 14.22 WIB di “Terminal Sarijadi” khusus untuk angkot Pesantren-Sarijadi yang berada di Jalan Perintis.

Rute Angkot Trayek Pesantren-Sarijadi yang Menuju Sarijadi:

“TERMINAL PESANTREN” (di Jalan Pesantren) => Jalan Pesantren => (Jalan Pesantren Atas) => Jalan Sariwangi => (Jalan Lembur Tengah) => Jalan Sariwangi => Jalan Terusan Gegerkalong Hilir => Jalan Terusan Sariasih I => Jalan Sariasih I => Jalan Sarirasa => Jalan Perintis => “TERMINAL SARIJADI” khusus untuk angkot trayek Pesantren-Sarijadi (di Jalan Perintis)

Catatan:

“Terminal Pesantren” berada di Kota Cimahi, sedangkan “Terminal Sarijadi” berada di Kota Bandung. Angkot trayek Pesantren-Sarijadi P.P. ini melintasi tiga daerah yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s