Jalan-jalan ke Parongpong Naik Angkot Sarijadi-Parongpong

Hari ini, Jumat, 30 Desember 2011, saya berjalan-jalan ke Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk menyegarkan suasana. Perjalanan ke Parongpong kali ini, saya naik angkutan kota (angkot) trayek/jurusan Sarijadi-Parongpong. Apapun namanya, mau angkot Sarijadi-Parongpong atau Parongpong-Sarijadi, yang penting saya naik angkot berwarna kuning strip ungu-hijau ini. Selain angkot yang saya tumpangi, tampak enam angkot trayek yang sama untuk menunggu giliran.

Perjalanan dimulai pada jam 12.54 WIB dari terminal atau pangkalan angkot Sarijadi-Parongpong yang berada di pinggir lapangan Flat Sarijadi atau di depan seberang SDN Sukawarna, Jalan Sariwangi, Kota Bandung. Mulailah Jalan Sarirasa dilewati. Ternyata, saya hanya sendirian di dalam angkot ini. Soalnya sedang liburan sekolah. Jadi, sepi. Namun, diperjalanan ada seorang penumpang yang naik meskipun hanya jarak dekat.

Lalu, seperti biasa, angkot ini ngetem di “gerbang” Jalan Sariasih I (di sini tertulis plang bertuliskan Jalan Sariasih). Di sini, ada dua orang penumpang yang naik. Perjalanan berlanjut ke Jalan Terusan Sariasih I dan Jalan Terusan Gegerkalong Hilir. Ya, di sepanjang jalan ini, kita akan melewati Politeknik Pos Indonesia, Perumahan Setraduta, dan Politeknik Negeri Bandung (Polban).

Di kawasan Jalan Ciwaruga, angkot ini kembali ngetem lebih kurang selama 15 menit. Tampak ada lima penumpang lagi untuk menggantikan dua penumpang tadi yang turun. Perjalanan pun dilanjutkan dengan menyusuri Jalan Ciwaruga, Desa Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Lalu, Jalan Cigugur Girang, Desa Cigugur Girang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat pun dilalui.

Menjelang ujung Jalan Cigugur Girang, angkot ini akan bertemu dengan Jalan Karyawangi, Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Di situ terdapat Rumah Stroberi. Lalu, jika perjalanan dilanjutkan ke arah kiri, kita akan menyusuri Jalan Karyawangi. Dari sini, jika ke arah kiri lagi, kita akan bertemu Tebing View (jalan menurun) dan The Peak (jalan menanjak). Sementara jika kita lurus menyusuri sampai ujung Jalan Karyawangi, maka kita akan bertemu Jalan Kolonel Masturi dan tepat berhadap-hadapan dengan terminal Parongpong.

Namun, angkot Sarijadi-Parongpong ini, dari ujung Jalan Cigugur Girang tidak ke arah kiri, tetapi ke arah kanan. Dengan menyusuri jalan ke arah kanan itulah kita akan bertemu Jalan Kolonel Masturi. Setelah itu, kita berjalan ke arah kiri dan sampailah angkot Sarijadi-Parongpong yang saya naiki ini berada di terminal Parongpong. Saya pun tiba di terminal Parongpong pada jam 14.04 WIB dengan biaya (ongkos) Rp 5.000,- (lima ribu rupiah). Tampak di sini, enam angkot trayek Sarijadi-Parongpong, selain angkot Cimahi-Parongpong (berwarna ungu), angkot Parongpong-Padalarang (berwarna kuning strip biru), dan angkot Ledeng-Parongpong (berwarna putih). Sementara itu, tampak pula angkot Lembang-Cisarua (berwarna kuning) di Jalan Kolonel Masturi yang melintasi terminal Parongpong.

Selama perjalanan, angkot saya “bertatap muka” dengan angkot yang sama sebanyak dua mobil.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s