Tips Naik Angkot di Kota Bandung

Apakah anda warga kota Bandung yang hendak naik angkot (angkutan kota) di kota Bandung (kawasan Bandung Raya atau Bandung Metropolitan)? Atau, anda adalah orang yang hendak pergi ke kota Bandung? Siapa pun anda yang hendak naik angkot, perhatikanlah tips-tips naik angkot di kota Bandung berikut ini. Kota Bandung dalam tulisan ini bukan hanya kota Bandung, tetapi saya mengacu pada konsep Bandung Raya atau Bandung Metropolitan. Artinya, kawasan ini meliputi kota Bandung, kabupaten Bandung, kabupaten Bandung Barat, dan kota Cimahi. Malah, kalau kita mau tetap mengacu pada konsep Bandung Raya atau Bandung Metropolitan, kawasan ini juga mencakup lima kecamatan di kabupaten Sumedang (kecamatan Cimanggung, kecamatan Jatinangor, kecamatan Pamulihan, kecamatan Sukasari, dan kecamatan Tanjungsari).

PERTAMA, Carilah informasi sebanyak mungkin tentang per-angkot-an di kota Bandung, antara lain bertanya kepada teman atau saudara dan Googling.

KEDUA, Perhatikan jam operasi angkot di kota Bandung. Angkot di kota Bandung biasanya melakukan operasi pada jam 05.00 WIB sampai jam 21.00 WIB. Untuk lebih aman, “catatlah” sampai jam 20.00 WIB. Khusus untuk angkot yang berada di kompleks perumahan tertentu, biasanya jam 20.00 WIB sudah berhenti beroperasi karena jam-jam setelah itu sudah menjadi jatah ojeg motor. (Perhatikan pula angkot yang beroperasi setelah waktu subuh (jam 05.00 atau 06.00 WIB) hingga menjelang maghrib (jam 18.00 WIB). Hal itu dimungkinkan karena “pintu gerbang” menuju kompleks perumahan sudah diportal.)

KETIGA, Ada juga angkot yang beroperasi selama 24 jam. Angkot seperti ini biasanya memiliki rute atau trayek terminal (bus antarkota) dan pasar. Namun, agar dipahami bahwa angkot yang beroperasi selama 24 jam, mulai jam 22.00 WIB atau jam 23.00 WIB sampai jam 04.00 WIB atau jam 05.00 WIB mulai jarang. Maksudnya, angkot tersebut tetap ada, tetapi kita harus menunggunya selama 30 menit atau satu jam sekali. Malah bisa lebih dari itu. Ada kalanya pula 2-3 angkot berjalan secara beriringan sehingga kita harus menunggu angkot berikutnya dalam waktu yang cukup lama. Ongkosnya normal.

KEEMPAT, Di tempat-tempat tertentu (seperti di terminal Leuwipanjang), sejak pukul 21.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB, selalu tersedia angkot “aneh”. Maksudnya, angkot yang bukan jurusannya tersebut (biasa) beroperasi ke Abdul Muis (Kebon Kalapa) dengan ongkos secara paket (jauh-dekat sama). Namun, jangan khawatir, ongkos paket tersebut masih relatif murah. Ongkosnya sedikit lebih tinggi daripada angkot reguler, tetapi waktu perjalanannya relatif lebih singkat karena tidak berkeliling seperti angkot reguler pada umumnya. Apalagi keadaan jalan pada malam hari cukup sepi. Angkot “aneh” ini sangat berjasa bagi para penumpang (bus) yang baru turun di terminal Leuwipanjang pada waktu tengah malam hingga dini hari. Angkot “aneh” ini akan berjalan ketika penumpang sudah penuh. Harap dimaklumi juga, angkot “aneh” ini mulai beroperasi ketika angkot-angkot reguler yang memasuki terminal Leuwipanjang sudah tidak beroperasi. Nanti ketika telah berada di Abdul Muis, anda tinggal melanjutkan naik angkot Abdul Muis-Ledeng, Abdul Muis-Dago, Abdul Muis-Cicaheum, dan sebagainya (tidak semua angkot) dengan ongkos normal. Oh ya, agar tidak disalahpahami, angkot “aneh” ini ialah angkot normal (bukan angkot hantu he he he), tetapi yang bukan jurusannya. Kalau tidak salah, biasa dilakukan oleh angkot satu jurusan (baca: bukan jurusan-jurusan yang lain) yang jam operasinya sudah selesai (jam 05.00 WIB s.d. jam 21.00 WIB). Emang angkot yang aneh (tapi berjasa) he he he….

KELIMA, Khusus untuk jurusan antarkota terdekat (kota-kabupaten), terutama jurusan-jurusan ke tempat wisata (misalnya Gunung Tangkubanparahu), jangan merasa senang dulu ketika anda yang berjumlah 1, 2, atau 3 orang (pokoknya sedikit) dibawa angkot ke tempat tujuan. Tempat duduk memang kosong dan anda bisa leluasa, tetapi ongkosnya seperti ongkos men-charter mobil. Ini angkot nakal, kecuali jika anda sebelumnya sudah tahu dan sepakat dengan besar ongkosnya. Agar lebih tenang, tanyalah lebih dahulu berapa ongkosnya. Kalau anda dibawa “kabur” oleh angkot yang kosong, berteriaklah he he he. Jangan sampai di tempat tujuan, anda ditagih ongkos sebesar anda men-charter mobil. Kalau perlu, catatlah nomor plat mobil dan segala sesuatunya. Saya menyampaikan informasi ini sekadar memberikan pesan “sadar wisata”.

Demikian tips-tips naik angkot di kota Bandung. Semoga bermanfaat untuk kebaikan kita semua. Selamat berjalan-jalan di kota Bandung.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s