Ciri Khas Angkot Bandung, Jakarta, dan Surabaya

Dulu, dalam satu kesempatan, kerabat keluarga saya yang berasal dari Jakarta mengatakan “naik mikrolet”. Angkutan kota (angkot) kali, pikir saya. Dalam kesempatan lain, kerabat keluarga saya yang berasal dari Surabaya mengatakan “naik bemo”. Angkot kali, pikir saya lagi. Ternyata, kelak saya tahu bahwa sebutan angkot di setiap kota itu berbeda-beda. Di Bandung, kita sebut angkot. Di Jakarta, mikrolet. Di Surabaya, bemo.

Namun, selain perbedaan penyebutan angkot tersebut, ada satu hal yang menarik perhatian saya. Meskipun setiap angkot itu memiliki huruf/nomor trayek, rute/jurusan, dan warna mobil, ternyata penggambaran angkot di ketiga kota itu berbeda. Ada ciri khasnya. Kita pun sudah mengetahui tujuan (jurusan)-nya.

Di Jakarta, kita cukup menyebut nomor trayek meskipun ada rute/jurusan dan warna mobil. Bahkan, penyebutan nomor trayek itu bukan hanya bagi angkot, tetapi juga bus, khususnya bus dalam kota seperti Mayasari dan PPD serta Kopaja/Koantas. Di Surabaya, kita cukup menyebut huruf trayek. Bagaimana di Bandung? Perhatikanlah warna mobilnya. Ada angkot berwarna hijau strip hitam, angkot berwarna hijau strip biru langit, angkot berwarna hijau strip kuning, dan sebagainya. Itu untuk warna utama hijau. Warna utama lainnya juga ada, seperti kuning, putih, biru, dan sebagainya. Pokoknya, sedikit perbedaannya hanya di warna strip.

Memang tidak salah kalau anda seorang pendatang di suatu kota, anda harus mengetahui huruf/angka trayek, rute/jurusan, dan warna mobil. Agar perjalanan lebih lancar, aman, dan nyaman.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s